![]() |
| Aksi sosial, Jajaran Polres Bireuen membersihkan lumpur pasca bencana di SD 6 Peusangan Siblah Krueng (6/2) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan Polres Bireuen melalui aksi nyata. Puluhan personel kepolisian turun langsung membersihkan sisa lumpur banjir sekaligus mengevakuasi mobiler sekolah yang rusak di UPTD SD Negeri 6 Peusangan Siblah Krueng, Gampong Pante Baro Glee Siblah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Jumat (6 Februari 2026).
Gotong royong tersebut merupakan bagian dari program Jumat Berkah yang bertransformasi menjadi Jumat Bersih pascabencana banjir hidrometeorologi Aceh. Fokus kegiatan diarahkan pada pemulihan fasilitas umum, khususnya sekolah-sekolah yang hingga kini masih terdampak lumpur tebal meski banjir telah berlalu lebih dari dua bulan.
Aksi sosial ini melibatkan personel dari Polres, Polsek, hingga Pos Polsek se-Kabupaten Bireuen. Kegiatan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bireuen, Kompol Darmansyah, dengan Ketua Tim Lapangan Kasat Tahti Polres Bireuen, Iptu Misbahuddin.
Berbekal peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, gerobak sorong (artco), mesin penyedot air, pel lantai, dan sapu, para personel bahu-membahu membersihkan lumpur yang menutupi halaman dan ruang sekolah. Mobiler yang rusak berat dibuang, sementara yang masih layak pakai ditata ulang agar dapat digunakan kembali.
Ironisnya, di tengah proses pembersihan, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung. Para siswa terpaksa mengikuti pelajaran dengan duduk di lantai karena keterbatasan meja dan kursi. Saat jam istirahat, sejumlah siswa kelas tinggi bahkan turut membantu personel Polri mendorong gerobak berisi lumpur kering menjadi catatan sebuah potret kuat semangat gotong royong di tengah keterbatasan.
Kepala UPTD SD Negeri 6 Peusangan Siblah Krueng, Anita, S.Pd (48), mengungkapkan bahwa saat banjir melanda, ketinggian air mencapai sekitar dua meter dan menyisakan endapan lumpur hingga 50 sentimeter di sejumlah titik sekolah.
“Sekolah sudah kembali aktif sejak 5 Januari 2026. Kami dibantu TNI Yonif TP 837 Kodam V/Brawijaya, K3S UPTD Wilayah Peusangan Siblah Krueng, serta para guru. Namun kondisi sekolah masih jauh dari bersih sempurna,” ujar Anita.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun hampir seluruh mobiler sekolah yang tersimpan di gudang mengalami kerusakan berat.“ Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi semua mobiler rusak. Anak-anak tetap belajar meski masih duduk di lantai,” katanya.
Anita juga menyampaikan apresiasi atas berbagai bantuan yang telah diterima sekolahnya pascabanjir. Mulai dari puluhan tas sekolah dari Komunitas Persis Peduli, seragam sekolah dari Grup IPEMI yang beranggotakan istri Forkopimda Kabupaten Bireuen, alat tulis dari Ummul Qura dan Pengawas UPTD Wilayah Peusangan Siblah Krueng, hingga bantuan peralatan kebersihan dari PMI Kabupaten Bireuen.
Aksi gotong royong Polres Bireuen ini menegaskan peran Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga mitra masyarakat dalam pemulihan pendidikan serta upaya membangun kembali harapan pascabencana.(AAP)

0 Komentar