Breaking News

Revitalisasi SMPN 1 Jeumpa Molor: Kepala Sekolah, Ini Penyebabnya

Revitalisasi UPTD SMPN 1 Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh (27/1) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Keterlambatan penyelesaian proyek revitalisasi gedung belajar di UPTD SMP Negeri 1 Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh, akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pihak sekolah.

Kepala UPTD SMPN 1 Jeumpa, Marthunis Rahmawati, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa molornya pekerjaan bukan disebabkan kelalaian panitia, melainkan dampak langsung bencana hidrometeorologi Aceh–Sumatra yang melumpuhkan akses material dan infrastruktur pendukung.“ Setelah bencana terjadi, kondisi lapangan berubah total. Panitia kemudian mengajukan perpanjangan waktu pekerjaan dan telah disetujui oleh kementerian,” kata Marthunis, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, salah satu kendala utama adalah terputusnya jembatan di jalur lintas nasional, yang berdampak langsung pada distribusi material bangunan dari Sumatra Utara ke Aceh.

Akibatnya, sejumlah bahan pabrikan seperti semen, keramik, cat, hingga material finishing mengalami kelangkaan dan lonjakan harga. Kondisi tersebut diperparah dengan ditutupnya aktivitas galian C di wilayah sekitar pascabencana.

“Material lokal seperti pasir dan tanah timbun sama sekali tidak tersedia karena seluruh lokasi galian berhenti beroperasi,” jelasnya.

Tak hanya itu, lingkungan sekolah juga ikut terdampak langsung bencana banjir. Sejumlah fasilitas belajar mengajar serta perlengkapan administrasi sekolah dilaporkan rusak, bahkan sempat terendam air selama beberapa hari.
Situasi di lapangan semakin sulit karena terhentinya layanan dasar penunjang pekerjaan.

“Listrik padam akibat robohnya tiang SUTT PLN, air PDAM juga terputus karena jaringan pipa rusak. Ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas para pekerja,” paparnya.

Sementara itu, Khairul Mursalin, yang turut mendampingi pihak sekolah, membenarkan bahwa pengajuan perpanjangan waktu dilakukan secara resmi dan telah memperoleh persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah di bawah Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kementerian Pendidikan.

Ia menjelaskan, keputusan perpanjangan kontrak pekerjaan didasarkan pada beberapa pertimbangan teknis, di antaranya:

Capaian progres fisik yang masih menyisakan pekerjaan, Komitmen percepatan progres harian, Kondisi mobilitas material di daerah terdampak bencana, serta keterbatasan bahan baku di lapangan.“ Target penyelesaian pekerjaan ditetapkan hingga 25 Januari 2026,” ujar Khairul.

Permohonan tersebut juga merujuk pada Surat Keputusan Bupati Bireuen Nomor 300.2.2/744 Tahun 2025 tentang Perpanjangan Kedua Status Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor, yang ditandatangani Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST pada 24 Desember 2025.

Pihak sekolah berharap, dengan kondisi yang mulai berangsur normal, proses revitalisasi sudah dapat dirampungkan dan hanya tinggal Finishing. Semoga kegiatan belajar mengajar akan secepatnya kembali berjalan optimal dan aman bagi seluruh siswa, harap Analis Kebijakan Ahli Muda   Bidang Pembinaan SD 
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bireuen. 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya