![]() |
| Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Gampong Bayu, Kecamatan Peusangan, Bireuen, Aceh (16/1) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Semangat religius yang berpadu dengan kepedulian sosial kembali mewarnai Gampong Bayu, Kabupaten Bireuen. Para Pejuang Jamaah Subuh bersama masyarakat setempat memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW melalui rangkaian tausiah, lantunan shalawat Badar, serta santunan bagi anak yatim, Jumat (16/1/2026), bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah.
Peringatan Isra Mi'raj dan pelaksanaan Shalat Subuh berjamaah berpusatkan di Gampong Bayu. Sejak pagi, jamaah memadati lokasi acara dengan penuh antusias, mencerminkan kuatnya tradisi keagamaan yang terus dirawat di tengah kehidupan masyarakat.
Imum Gampong Bayu, Tgk. Hanafiah M. Ali, S.Ag., MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj tahun ini mengusung tema “Semoga Shalat Lima Waktu Tetap di Hati”. Tema tersebut, menurutnya, menjadi pengingat akan pentingnya shalat sebagai fondasi utama keimanan dan akhlak seorang muslim.
“Peringatan ini tidak hanya diisi dengan tausiah, tetapi juga lantunan shalawat Badar serta santunan kepada anak yatim. Ini adalah bagian dari syiar Islam dan wujud nyata kepedulian sosial, agar nilai ibadah senantiasa berjalan seiring dengan empati terhadap sesama,” ujar Tgk. Hanafiah.
Ia juga menjelaskan bahwa Jamaah Shalat Subuh Gampong Bayu secara konsisten menggelar pengajian rutin setiap Subuh Jumat. Kegiatan tersebut diasuh oleh Tgk. Zakaria Yusuf, pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Babussaadah, Gampong Putoh. Momentum 27 Rajab pun dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman jamaah tentang makna besar peristiwa Isra Mikraj.
Dalam tausiah dan nasihat keagamaannya, Tgk. Zakaria Yusuf menegaskan bahwa Isra Mikraj merupakan peristiwa agung dan luar biasa dalam sejarah Islam, karena pada peristiwa inilah Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.
Menurutnya, kewajiban shalat memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki ibadah lain, sebab disyariatkan melalui perjalanan langsung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha.
Ia pun mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 1 yang menegaskan kebesaran dan kekuasaan Allah dalam peristiwa tersebut. “Shalat menjadi pembeda yang sangat jelas antara orang mukmin dan orang munafik. Seorang mukmin akan merasakan ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan hati saat mendirikan shalat. Sebaliknya, orang munafik merasa berat, malas, dan jauh dari ketenteraman jiwa ketika melaksanakannya,” tutur Tgk. Zakaria.
Ia berpesan kepada seluruh jamaah, khususnya para Pejuang Jamaah Subuh, agar senantiasa menjaga shalat serta mewariskan nilai-nilai shalat kepada anak dan istri dalam lingkungan keluarga. “Jagalah shalat dan rawatlah ia di dalam hati, agar shalat menjadi cahaya dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Usai tausiah, suasana semakin haru ketika seluruh jamaah berdiri bersama melantunkan shalawat Badar dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim Gampong Bayu yang diserahkan langsung oleh Tgk. Zakaria Yusuf.
Rangkaian peringatan Isra Mi'raj ditutup dengan doa bersama dan makan khanduri sebagai simbol kebersamaan serta ungkapan rasa syukur. Peringatan Isra Mikraj ini sekaligus menegaskan peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, penguatan iman, dan penumbuhan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Semoga Jumat ini menjadi Jumat yang penuh keberkahan bagi kita semua,” doa para jamaah mengakhiri kegiatan. Aamiin.(AAP)

0 Komentar