Breaking News

Menko Pangan Tinjau Kerusakan Tambak Pascabanjir BireuenBi

Tinjauan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melihat kondisi sentra budidaya perikanan yang rusak berat di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, (9/1).

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap dampak banjir hidrometeorologi yang melumpuhkan sektor perikanan budidaya di Kabupaten Bireuen. Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, meninjau langsung kondisi sentra budidaya perikanan yang rusak berat di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Jumat (9 Januari 2026).

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Menko Pangan didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perdagangan, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen, di antaranya Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bireuen Ir. M. Jafar, MM, unsur Muspika, dan aparatur gampong setempat.

Zulkifli Hasan meninjau secara langsung tambak udang dan kolam ikan air tawar milik warga yang mengalami kerusakan parah. Sejumlah tanggul dilaporkan jebol, kolam tertimbun lumpur, serta kualitas air menurun drastis sehingga tidak lagi layak untuk kegiatan budidaya. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas produksi terhenti total, sementara sebagian besar hasil panen warga hilang tersapu banjir.

Dalam dialog bersama para pembudidaya, Zulhas menegaskan bahwa sektor perikanan budidaya merupakan salah satu pilar penting ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemulihan pascabanjir harus dilakukan secara cepat, terukur, dan melibatkan lintas kementerian.

“Perikanan budidaya ini bukan hanya menyangkut ekonomi masyarakat, tetapi juga berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional. Pemerintah pusat akan mendorong langkah-langkah konkret dan sinergi lintas sektor agar tambak dan kolam warga bisa segera pulih dan masyarakat kembali produktif,” tegasnya.

Ia menyebutkan, pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan, mulai dari dukungan sarana dan prasarana produksi, perbaikan tanggul dan infrastruktur tambak, bantuan benih dan pakan, hingga penguatan program ketahanan pangan berbasis masyarakat pesisir.

Sementara itu, Camat Jangka, Muliyadi, meminta perhatian khusus pemerintah terhadap kerusakan pesisir yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, banjir telah membentuk muara baru yang mengancam keberlangsungan tambak warga di sepanjang kawasan pesisir. “Kondisi ini sangat mendesak. Jika tidak segera dibangun tanggul pengaman, kerusakan akan semakin meluas dan mengancam mata pencaharian masyarakat,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Keuchik Alue Kuta, Habibullah, yang mengungkapkan bahwa sebagian besar warganya kehilangan sumber penghasilan sejak banjir melanda hampir dua bulan lalu.“Selama ini kami masih bertahan karena adanya bantuan sembako, tapi warga tidak bisa terus bergantung pada bantuan. Kami butuh solusi nyata agar bisa kembali bekerja dan menghidupi keluarga,” katanya dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Kunjungan Menko Pangan bersama jajaran menteri teknis ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kebijakan dan langkah konkret pemulihan sektor perikanan budidaya di Kecamatan Jangka. Selain memulihkan ekonomi masyarakat pesisir Bireuen, upaya tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional secara berkelanjutan.(AAP

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya