Breaking News

Khutbah Jumat di Keude Asan, Tgk Hanafiah Ajak Jamaah Petik Hikmah dari Bencana Banjir

Tgk Hanafiah M. Ali, S.Ag., MA, bersama Pengurus Mesjid Istiqamah Keude Asan, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen, (9/1).

 BIREUEN, REAKSIONE.ID
| Musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen menjadi refleksi keagamaan dalam khutbah Jumat di Masjid Istiqamah Keude Asan, Kecamatan Peusangan Selatan, Jumat (9 Januari 2026).

Khatib Jumat, Tgk Hanafiah M. Ali, S.Ag., MA, mengajak jamaah untuk tidak hanya melihat bencana sebagai peristiwa alam semata, melainkan sebagai momentum introspeksi dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dalam khutbah bertema “Pelajaran dari Musibah Banjir”, Tgk Hanafiah mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Anfal ayat 25 yang mengingatkan agar umat Islam mewaspadai bencana yang dampaknya tidak hanya menimpa pelaku kezaliman, tetapi juga masyarakat secara luas.

Ia menggambarkan betapa besar dampak sosial dan kemanusiaan akibat banjir, mulai dari hilangnya tempat tinggal, rusaknya harta benda, hingga terputusnya sumber penghidupan warga. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit keluarga yang harus menanggung luka batin mendalam akibat kehilangan orang-orang tercinta.“Musibah ini mengajarkan kita bahwa kehidupan sangat rapuh jika manusia menjauh dari nilai-nilai ketakwaan dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi,” ujarnya di hadapan jamaah.

Tgk Hanafiah menegaskan bahwa peristiwa bencana bukanlah hal baru dalam sejarah umat manusia. Al-Qur’an, kata dia, telah mengisahkan berbagai kaum terdahulu yang ditimpa azab akibat mengingkari peringatan Allah, bersikap sombong, serta melakukan kerusakan.

Ia menyinggung kisah umat Nabi Nuh AS yang ditenggelamkan banjir besar, kaum ‘Ad yang dibinasakan angin topan dahsyat, kaum Tsamud yang ditimpa gempa, hingga kaum Nabi Luth AS yang negerinya dibalikkan akibat melampaui batas-batas ketentuan Allah SWT. “Semua itu terjadi karena kemaksiatan yang merajalela tanpa taubat, jauhnya manusia dari peringatan Allah, serta kerusakan yang dilakukan secara sadar,” tegasnya.

Menutup khutbah, Tgk Hanafiah mengajak seluruh jamaah menjadikan musibah banjir sebagai peringatan sekaligus peluang untuk kembali kepada Allah SWT melalui taubat yang tulus, memperbaiki akhlak, serta menjaga keseimbangan alam dan kehidupan sosial.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta menjalankan peran umat Islam dalam memakmurkan bumi dan memberi manfaat bagi sesama. “Semoga Allah SWT melimpahkan keselamatan, keberkahan, dan keteguhan iman kepada kita semua,” pungkasnya.(AAP) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya