Breaking News

Harlah ke-53 PPP, Doa dan Bantuan Mengalir untuk Korban Banjir Bireuen

Doa bersama Peringatan Harlah PPP ke-53 untuk korban bencana banjir di kompleks Kampus UNIKI Kabupaten Bireuen, Aceh (5/1) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-53 tahun 2025, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar doa bersama sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh, Senin (5 Januari 2026).

Peringatan Harlah PPP di Aceh dilaksanakan secara sederhana dan terpusat di Kompleks Kampus Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Kegiatan diwarnai doa bersama untuk para korban banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra, sebagai bentuk empati serta kepedulian partai berlambang Ka’bah itu terhadap masyarakat terdampak bencana.

Dalam momentum Harlah tersebut, PPP juga menyalurkan bantuan kemanusiaan serta melantik sebanyak 200 relawan. Para relawan ini disiapkan untuk terlibat langsung dalam upaya pemulihan pascabencana, baik melalui bantuan sosial, pendampingan masyarakat, maupun kegiatan kemanusiaan lainnya.

Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh-Sumatra telah menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan harta benda, fasilitas umum, hingga hilangnya tempat tinggal dan korban jiwa.

“Bencana ini menjadi ujian berat, namun sekaligus momentum untuk menunjukkan kekuatan solidaritas dan kebersamaan. Kita berharap Aceh dapat menjadi role model penanganan bencana di tingkat nasional,” ujar Mardiono.

Ia menegaskan keyakinannya bahwa Aceh memiliki modal sosial dan pengalaman kuat untuk bangkit dari keterpurukan pascabencana. Menurutnya, masyarakat Aceh telah berulang kali melewati berbagai musibah besar dengan semangat gotong royong dan persatuan yang tetap terjaga hingga kini.

Mardiono juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi proses pemulihan pascabencana. Ia mengingatkan agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan. “Tahun 2026 harus menjadi momentum penguatan solidaritas nasional, khususnya dalam pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.

Lebih lanjut, Mardiono menyebut keberagaman suku dan agama di Indonesia merupakan aset besar bangsa yang harus terus dirawat. Nilai toleransi dan kebersamaan, kata dia, menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk musibah bencana alam.

“Menyikapi bencana yang menimpa Aceh, kita optimistis daerah ini mampu bangkit. Konflik berkepanjangan telah dilalui, tsunami telah dilewati, kini banjir dan longsor kembali menguji. Insya Allah, Aceh akan tetap tegar dan kembali pulih,” pungkasnya.

Harlah ke-53 PPP tahun 2026 dihadiri sejumlah Pengurus pusat, DPW, DPD, DPC se-Aceh dan Sumatra berpusat di Kabupaten Bireuen.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya