Breaking News

Groundbreaking Perdana di Aceh, Bireuen Mulai Bangun Huntap

Peusijuek (Tepung Tawar) Groundbreaking Hunian Tetap Untuk Korban Banjir di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh (7/1) 


 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Pemerintah Kabupaten Bireuen resmi memulai pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor melalui prosesi peletakan batu pertama (Groundbreaking) yang digelar di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli. Momentum ini menjadi tonggak penting dimulainya fase pemulihan permanen pascabencana yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Pembangunan Huntap ditujukan bagi kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Bireuen sebagai bentuk percepatan pemulihan fisik dan sosial masyarakat terdampak.

"Sebanyak 3.692 unit hunian tetap direncanakan akan dibangun secara bertahap. Pemerintah memastikan seluruh hunian dirancang layak huni, aman, serta mendukung keberlanjutan kehidupan sosial warga di lokasi baru.

Bupati Bireuen dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Huntap tidak hanya berorientasi pada penyediaan rumah semata, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan dan harapan baru bagi masyarakat korban bencana.

“Hari ini kita memulai babak baru. Pemerintah berkomitmen memastikan warga yang kehilangan rumah mendapatkan hunian tetap yang layak untuk memulai kehidupan baru pascabencana. Kita berharap pembangunan ini berjalan lancar sehingga dapat segera ditempati, apalagi kita akan memasuki Bulan Ramadhan. Langkah-langkah yang diambil harus bijak agar masyarakat dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang dan nyaman,” ujar Bupati.

Ia juga menekankan bahwa peletakan batu pertama Huntap di Bireuen merupakan yang pertama di Provinsi Aceh pascabencana, sekaligus menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana secara konkret dan berkelanjutan.

“Groundbreaking Huntap hari ini adalah yang perdana di Aceh setelah bencana. Ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan nyata, bukan sekadar wacana,” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI (Purn) Yannamora, yang menyampaikan harapan agar pembangunan Huntap dapat diselesaikan sesuai target, yakni pada Bulan Puasa 2026, sehingga masyarakat dapat segera menempati hunian permanen mereka.

Sambil menunggu proses pembangunan rampung, Pemerintah Pusat juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak. Kepala BNPB menyampaikan bahwa setiap kepala keluarga akan menerima bantuan sebesar Rp600.000 per bulan, dan pada tahap awal diserahkan bantuan untuk tiga bulan secara simbolis.

Prosesi peletakan batu pertama ini turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi terkait, sebagai bentuk dukungan bersama dalam memastikan pemulihan pascabencana di Kabupaten Bireuen berjalan optimal dan tepat sasaran.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya