Breaking News

Dana Nasabah Indodax Diklaim Hilang, OJK Turun Tangan Panggil Manajemen

Otoritas Jasa Keuangan 

 JAKARTA, REAKSIONE.ID
| Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons laporan dugaan hilangnya dana milik sejumlah nasabah platform perdagangan aset kripto Indodax. Regulator memastikan telah mengambil langkah pengawasan dengan memanggil manajemen Indodax serta memfasilitasi pertemuan langsung dengan nasabah yang mengaku dirugikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengatakan kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penelusuran mendalam oleh pihak Indodax. OJK, kata dia, berada di posisi untuk memastikan proses klarifikasi berjalan transparan dan berimbang.

“Kami sudah memanggil manajemen Indodax dan memfasilitasi pertemuan dengan nasabah yang menyampaikan keluhan. Saat ini masih dilakukan penelusuran oleh manajemen terkait duduk persoalannya,” ujar Hasan kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1).

Hasan menjelaskan, hingga saat ini terdapat perbedaan keterangan antara versi nasabah dan penjelasan dari pihak Indodax. Karena itu, OJK belum dapat menyimpulkan penyebab pasti maupun nilai kerugian yang diklaim hilang.

“Nanti kami dengarkan hasil penelusuran dari Indodax. Masih ada dua versi yang perlu diklarifikasi, sehingga kami menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum menyampaikan ke publik,” jelasnya.

Meski demikian, OJK menegaskan Indodax telah menyampaikan komitmen bahwa tidak ada aset nasabah yang hilang akibat kegagalan sistem internal perusahaan. Hasan juga menyebut manajemen Indodax bersikap kooperatif selama proses klarifikasi dan pengawasan berlangsung.

“Untuk nilai dana yang dipersoalkan, kami belum menerima angka pasti karena proses penelusuran masih berjalan. Pengawas sudah melakukan pertemuan dan akan menindaklanjuti hasilnya,” tambahnya.

Sebelumnya, CEO Indodax William Sutanto menyatakan bahwa insiden yang dilaporkan sejumlah member bukan disebabkan oleh gangguan sistem internal perusahaan. Ia menyebut indikasi awal mengarah pada faktor eksternal, seperti serangan phishing, malware, atau praktik social engineering yang menargetkan perangkat maupun data pribadi pengguna.

William menegaskan, isu keamanan akun merupakan perhatian serius bagi Indodax. Oleh karena itu, perusahaan mengklaim telah menghubungi nasabah terdampak secara individual untuk menelusuri kronologi masing-masing kasus.

“Keamanan pengguna selalu menjadi prioritas kami. Dari penelusuran awal, indikasi mengarah pada akses ilegal akibat faktor eksternal. Meski demikian, kami tetap berkomitmen mendampingi member terdampak dan menindaklanjuti setiap laporan secara menyeluruh,” kata William dalam keterangan tertulisnya.

OJK menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan perlindungan konsumen sektor aset kripto tetap menjadi prioritas, seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam investasi berbasis aset digital. (Detikfinance).

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya