![]() |
Polres Bireuen Bersihkan lumpur Pasca Bencana Hidrometeorologi di TK Ash-Shafiyah, Kecamatan Peusangan (26/1). |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Kepedulian Polri terhadap masa depan generasi muda kembali diwujudkan secara nyata. Puluhan personel Polres Bireuen turun langsung membersihkan sisa lumpur banjir hidrometeorologi yang masih menyelimuti lingkungan TK Ash-Shafiyah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (26/1/2026).
Aksi sosial ini dilakukan sebagai upaya mempercepat pemulihan aktivitas pendidikan anak usia dini yang sempat terganggu akibat bencana. Lumpur tebal yang menutupi halaman bermain dan akses sekolah dinilai berpotensi menghambat proses belajar sekaligus membahayakan keselamatan peserta didik.
Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan personel dari berbagai satuan dan pos sektor jajaran Polres Bireuen. Pembersihan dipimpin oleh AKP Suharto, dengan Ketua Tim Lapangan dari Bimas Polres Bireuen AKP Azharuddin bersama sejumlah personel lainnya.
Tanpa mengenal lelah, para anggota Polri bahu-membahu mengangkut lumpur menggunakan peralatan sederhana. Sejumlah personel terlihat mendorong gerobak, menyiram halaman, hingga menyisir sudut-sudut area sekolah yang terdampak paling parah.
Langkah ini tidak hanya bertujuan memulihkan kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat pascabencana. Bagi Polres Bireuen, memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Polri.
Ketua Yayasan Pendidikan Tgk Hasan Ibrahim Kepala Nanggroe, Hj. Zulfa Maknun (67), turut hadir di lokasi kegiatan. Kehadirannya menjadi simbol kuat sinergi antara lembaga pendidikan dan aparat negara dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak sebagai amanah bersama.
Kepada wartawan, Hj. Zulfa menjelaskan bahwa yayasan yang berlokasi di Dusun Balee Kuning, Gampong Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, berdiri sejak 2015. Sementara unit pendidikan Ash-Shafiyah mulai aktif pada 2018, menaungi TK, PAUD, dan TPA.“ Yayasan ini kami dirikan sebagai wadah pembinaan karakter, akhlak, dan pendidikan dasar anak sejak usia dini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala TK Ash-Shafiyah, Farhana, M.Pd (57), menyampaikan bahwa saat ini jumlah peserta didik mencapai 70 anak dengan 10 tenaga pendidik. Ia mengakui, banjir yang melanda kawasan tersebut sempat berdampak serius terhadap aktivitas sekolah.
Saat kejadian, air merendam area yayasan hingga setinggi sekitar satu meter. Ruang PAUD dan TPA yang berada di dataran lebih rendah terendam cukup parah dan menyisakan endapan lumpur setinggi kurang lebih 70 sentimeter, sementara ruang TK berada di lantai yang lebih tinggi.“ Anak-anak adalah kelompok paling rentan. Karena itu, pemulihan lingkungan belajar menjadi prioritas utama setelah bencana,” kata Farhana.
Selain merusak ruangan, banjir juga mengakibatkan sejumlah sarana bermain dan fasilitas belajar di halaman yayasan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada proses tumbuh kembang anak jika tidak segera ditangani.
Meski demikian, berkat kerja keras para guru yang dibantu tenaga sewaan, ruang belajar kini mulai kembali bersih dan aktivitas belajar mengajar telah berjalan secara bertahap.
Di sela kegiatan, para guru juga menyiapkan air minum dan makanan ringan bagi personel Polri yang terlihat kelelahan usai mengangkut lumpur. Suasana kebersamaan itu mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat.
Farhana menambahkan, TK Ash-Shafiyah sebelumnya pernah menorehkan prestasi dengan meraih juara lomba pentas seni tingkat TK se-Kabupaten Bireuen pada 2021 yang digelar di SD Al-Fatih Bireuen.“ Prestasi itu membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi anak-anak untuk berkembang, selama mereka mendapat dukungan dan lingkungan yang peduli,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Bireuen atas kepedulian yang diberikan.“ Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Bireuen yang telah mengerahkan personelnya membantu membersihkan lumpur di lingkungan yayasan. Bantuan ini bukan hanya memulihkan sekolah, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat dan harapan anak-anak kami,” tutup Farhana.(AAP)

0 Komentar