![]() |
Tgk Muhammad Hafiq, S.Sy, Ketua Baitul Mal Kabupaten Bireuen (13/1) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen mencatat telah menyalurkan dana zakat dan infak sebesar Rp13,78 miliar sepanjang tahun 2025. Dana tersebut disalurkan kepada 4.421 mustahik yang tersebar dalam berbagai senif zakat dan program infak.
Ketua Baitul Mal Kabupaten Bireuen, Tgk Muhammad Hafiq, S.Sy, mengatakan total dana yang disalurkan terdiri dari zakat sebesar Rp3.957.486.228 kepada 3.885 penerima, serta dana infak sebesar Rp9.824.199.200 kepada 536 penerima. “Dana zakat yang disalurkan merupakan penerimaan hingga Desember 2025. Karena keterbatasan waktu, masih terdapat sisa zakat yang akan disalurkan pada tahun berikutnya,” ujar Tgk Hafiq kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Ia merinci, penyaluran zakat mencakup bantuan untuk 572 fakir uzur sebesar Rp858 juta, serta hak miskin melalui permohonan langsung ke BMK kepada 467 penerima dengan total Rp467 juta. Selain itu, bantuan biaya pendampingan berobat disalurkan kepada 22 orang senilai Rp44 juta.
Di sektor pendidikan, zakat disalurkan kepada 986 siswa miskin SD sebesar Rp591,6 juta, 424 siswa miskin SMP sebesar Rp318 juta, 31 siswa MTs sebesar Rp23,25 juta, serta 890 siswa MI/MA di bawah Kemenag dengan total Rp445 juta.
BMK Bireuen juga menyalurkan zakat kepada 140 warga miskin penyandang disabilitas sebesar Rp210 juta, serta membiayai pembangunan 54 unit jamban sehat bagi keluarga miskin dengan anggaran Rp398.734.000.
Untuk mendukung operasional pengelolaan zakat, dana sebesar Rp445.902.228 dialokasikan bagi amil UPZ di lembaga, sekolah, dan instansi vertikal. Selain itu, zakat juga disalurkan kepada 4 orang mualaf sebesar Rp20 juta, serta kepada 136 santri pada senif fisabilillah sebesar Rp136 juta.
Sementara itu, dana infak dimanfaatkan untuk berbagai program kemaslahatan umat. Di antaranya, program pemberdayaan ekonomi bagi 432 penerima dengan total Rp1,177 miliar.
BMK Bireuen juga menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran rumah kepada 10 orang senilai Rp50 juta, serta membiayai pembangunan 94 unit rumah fakir miskin (dhuafa) dengan total anggaran Rp7.919.818.000, ditambah biaya perencanaan dan pengawasan sebesar Rp166.320.000.
Selain itu, dana infak juga digunakan untuk empat kegiatan pelatihan dengan total anggaran Rp505.811.200.
“Tahun 2025, penyaluran dana infak memang masih terbatas karena kendala waktu. Namun, sejumlah kegiatan lanjutan dengan sumber dana infak akan tetap dilaksanakan,” jelas Tgk Hafiq.
Ia menambahkan, seluruh bantuan kepada 4.421 penerima disalurkan langsung melalui rekening masing-masing penerima guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Pada kesempatan itu, Tgk Muhammad Hafiq menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Bireuen serta instansi lainnya yang telah menunaikan zakat melalui Baitul Mal Bireuen.
“Kami berharap semakin banyak pengusaha dan muzakki menyalurkan zakat melalui Baitul Mal. Dengan demikian, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat fakir dan miskin sesuai dengan ketentuan syariat Islam,” pungkasnya.

0 Komentar