![]() |
| Penyaluran MBG kepada masyarakat Gampong Calok, bantuan Dapur MBG Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen, Aceh (18/12) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Warga Gampong Calok, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, mulai menerima bantuan logistik pascabanjir yang melanda wilayah tersebut akhir November lalu. Bantuan berupa paket sembako dan makanan siap saji (MBG) disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang hingga kini masih terdampak bencana.
Keuchik Gampong Calok, Hardani, mengatakan bahwa pada Kamis (18/12/2025) pemerintah gampong menerima sebanyak 400 paket MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN) melalui dapur layanan Kecamatan Peudada. Selain itu, bantuan sembako juga disalurkan oleh Kepolisian Resor Bireuen sebagai bagian dari respons tanggap darurat.
“Sebagian besar warga belum sepenuhnya dapat kembali beraktivitas normal. Rumah-rumah masih dipenuhi lumpur dan sisa limbah banjir, sehingga masyarakat masih sangat bergantung pada bantuan untuk kebutuhan konsumsi harian,” ujar Hardani.
Ia menjelaskan, banjir tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga memutus kemampuan ekonomi warga dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat pemulihan pascabencana menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat pesisir.
Senada dengan itu, Muzakir, Ketua Pemuda menuturkan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi telah membawa dampak luas, baik terhadap lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat. Luapan air bah disertai lumpur dan material kayu menghantam wilayah-wilayah rendah, termasuk Gampong Calok yang berada di kawasan pesisir.
![]() |
| Keuchik Gampong Calok, Kecamatan Peudada, Ardani menerima bantuan Pangan dari Polres Bireuen (18/12) |
“Gampong Calok menjadi salah satu desa dengan dampak terparah. Hingga hari ini, masyarakatnya masih membutuhkan perhatian dan bantuan berkelanjutan, baik dari pemerintah maupun para donatur,” kata Muzakir.
Ia mengungkapkan, saat puncak banjir pada 26 hingga 28 November 2025, ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar dua meter. Banjir tersebut mengakibatkan tanggul tambak jebol dan merendam permukiman warga hingga menyerupai hamparan laut tanpa batas.
Dalam situasi darurat itu, perangkat gampong bersama warga saling bahu-membahu menyelamatkan diri dan membantu evakuasi korban. Dengan keterbatasan sarana, bahkan tanpa aliran listrik di tengah malam, upaya penyelamatan dilakukan menggunakan sampan dan perahu seadanya.
“Ada balita bersama ibunya yang nyaris tak tertolong, bertahan di sebuah rangkang yang dikepung arus deras. Mereka berhasil dievakuasi berkat keberanian warga dan perangkat desa,” kenang Muzakir, yang juga ikut membantu evakuasi warga terisolasi.
Selain menyelamatkan warga Gampong Calok, upaya evakuasi juga menjangkau masyarakat dari desa tetangga yang turut terisolasi. Para pengungsi kemudian ditempatkan di posko darurat hingga kondisi berangsur membaik.
Pemerintah gampong berharap distribusi bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi bagian awal dari proses pemulihan pascabencana. Namun demikian, warga masih membutuhkan dukungan lanjutan, terutama untuk pembersihan lingkungan dan pemulihan sumber-sumber penghidupan mereka.(**)


0 Komentar