Breaking News

Lantik 68 Keuchik, Bupati Al-Farlaky Dorong Percepat Penanganan Pascabanjir

Pelantikan 68 Keuchik di Aula Gedung Sanggar Kegiatan Belajar, Aceh Timur, Kamis (18/12).

 ACEH TIMUR, REAKSIONE.ID | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., meminta para keuchik yang baru dilantik untuk bergerak cepat dan mengambil peran aktif dalam membantu percepatan penanggulangan serta pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur.

Penegasan tersebut disampaikan Al-Farlaky usai melantik 68 keuchik terpilih dalam sebuah prosesi resmi yang digelar di Aula Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Aceh Timur, Kamis (18/12/2025).

Menurut Al-Farlaky, percepatan pelantikan dilakukan sebagai langkah strategis agar roda pemerintahan di tingkat gampong segera berjalan optimal. Keuchik, kata dia, memiliki posisi kunci sebagai ujung tombak pemerintah daerah dalam memastikan penanganan dampak bencana berlangsung efektif dan tepat sasaran.

“Pemerintahan gampong tidak boleh vakum terlalu lama. Keuchik harus segera bekerja, berkolaborasi dengan camat, organisasi perangkat daerah (OPD), dan pemerintah kabupaten untuk mempercepat pemulihan pascabencana,” ujar Al-Farlaky.

Ia menegaskan, ketidakmampuan atau keengganan keuchik untuk bersinergi dalam penanganan bencana tidak akan ditoleransi. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap mengambil langkah tegas demi menjaga kepentingan masyarakat terdampak.

“Jika ada keuchik yang justru menghambat proses pemulihan, dipastikan akan  tindak, termasuk evaluasi hingga pencopotan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Al-Farlaky juga mengingatkan agar seluruh bantuan bencana yang disalurkan kepada masyarakat tidak disalahgunakan. Ia menekankan larangan keras memperjualbelikan bantuan dalam bentuk apa pun, termasuk dengan dalih kebutuhan operasional.

“Bantuan itu hak masyarakat. Tidak boleh ada yang dijual atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Jika saya menemukan pelanggaran, saya tidak akan ragu untuk turun langsung dan mengambil tindakan,” tegasnya.

Bupati mengungkapkan, selama lebih dari 20 hari pascabencana banjir, dirinya aktif turun ke lapangan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan merata dan tidak ada warga terdampak yang mengalami kekurangan pangan maupun kebutuhan dasar lainnya.

Selain fokus pada distribusi bantuan, Al-Farlaky meminta para keuchik yang baru dilantik segera melakukan pendataan kondisi gampong secara akurat dan menyeluruh. Data yang valid, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam proses rekonstruksi dan pemulihan pascabencana.

“Pendataan harus dilakukan dengan teliti dan bertanggung jawab. Jangan sampai ada warga terdampak yang terlewat. Data inilah yang akan menjadi dasar kebijakan pemulihan ke depan,” pungkas Al-Farlaky.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya