![]() |
| Pembukaan secara resmi akses penghubung Jembatan Bailey Awee Geutah-Teupin Reudeup, Kabupaten Bireuen, Aceh (18/12) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Jembatan Teupin Reudeup yang menghubungkan wilayah Teupin Redup dengan Gampong Awee Geutah, Kabupaten Bireuen, resmi dibuka dan mulai difungsikan untuk masyarakat. Peresmian tersebut ditandai dengan peninjauan langsung oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, S.E., S.Sos., M.Han., M.Sc., Kamis sore (18 Desember 2025).
Pembukaan jembatan disaksikan unsur pemerintah daerah, jajaran TNI–Polri, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Momentum ini menjadi penanda pulihnya kembali akses vital yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Letkol Arh Luthfi Novriadi menegaskan, Jembatan Teupin Redup memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antar Gampong, khususnya menuju Awe Geutah. Keberadaan jembatan ini dinilai krusial dalam mendukung mobilitas warga, memperlancar arus transportasi, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Mulai hari ini, Jembatan Teupin Redup resmi dibuka dan sudah dapat digunakan oleh masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta dijaga bersama agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang,” ujar Luthfi.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keselamatan dan ketertiban saat melintasi jembatan, mengingat fungsinya yang vital bagi aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Prosesi pembukaan jembatan turut dirangkaikan dengan doa bersama serta prosesi adat sebagai ungkapan rasa syukur atas rampungnya pembangunan dan harapan agar jembatan tersebut membawa manfaat serta keselamatan bagi seluruh pengguna. Kehadiran aparat TNI dan Polri dalam kegiatan ini sekaligus mencerminkan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur dan upaya menjaga stabilitas wilayah.
Dengan berfungsinya Jembatan Teupin Redup, konektivitas antardesa di wilayah tersebut diharapkan semakin baik. Waktu tempuh masyarakat menjadi lebih singkat, sementara akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga dapat berjalan lebih lancar.(**)

0 Komentar