![]() |
| Pemeriksaan kesehatan masyarakat pengungsi pasca banjir di Kantor Camat Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh (25/12) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Pemerintah Kecamatan Peusangan bersama tenaga kesehatan Puskesmas Peusangan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi kesehatan warga terdampak banjir yang masih mengungsi di Kantor Camat Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (25/12/2025).
Camat Peusangan Alfian, S.Sos., mengatakan hingga kini tercatat sebanyak 33 kepala keluarga (KK) asal Gampong Pante Lhong masih bertahan di lokasi pengungsian. Sementara sebagian besar warga lainnya telah memilih kembali ke gampong dan mengungsi sementara di meunasah-meunasah terdekat untuk memudahkan pengawasan rumah masing-masing.
Menurut Alfian, keinginan warga untuk kembali menempati rumah cukup besar. Namun, kondisi rumah yang masih dipenuhi lumpur menjadi kendala utama. Ketebalan lumpur di sejumlah rumah bahkan mencapai sekitar 50 sentimeter sehingga membutuhkan waktu, tenaga, dan peralatan khusus untuk membersihkannya.
“Warga pada prinsipnya ingin segera pulang. Akan tetapi, kondisi rumah belum memungkinkan karena lumpur masih cukup tebal dan sulit dibersihkan secara manual,” ujar Alfian.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bireuen telah merespons kebutuhan tersebut. Dalam waktu dekat, Bupati Bireuen direncanakan akan menurunkan alat berat berupa mini small excavator untuk membantu proses pembersihan lumpur di rumah-rumah warga terdampak, sehingga para pengungsi dapat segera kembali ke tempat tinggal mereka.
Sementara itu, pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian terus berjalan secara berkelanjutan. Puskesmas Peusangan menerapkan sistem shift dengan menugaskan petugas kesehatan secara bergantian untuk mendampingi para pengungsi. Petugas dilengkapi peralatan medis dasar dan persediaan obat-obatan untuk penanganan awal.
Salah seorang tenaga kesehatan Puskesmas Peusangan, Nur Sita, S.Kep., menjelaskan bahwa secara umum kondisi kesehatan para pengungsi masih relatif stabil. Pemeriksaan rutin dilakukan, termasuk pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah.
“Keluhan yang paling sering kami temui masih tergolong ringan, seperti maag, batuk, gatal-gatal, dan demam. Obat-obatan untuk keluhan tersebut sudah kami sediakan di pos pengungsian,” ujar Nur Sita, yang bertugas bersama bidan dan petugas gizi.
Di sisi lain, para pengungsi mengapresiasi perhatian pemerintah dan tenaga kesehatan. Taufik (35), warga Gampong Pante Lhong, mengakui kondisi di pengungsian memang tidak senyaman di rumah, namun kebutuhan dasar keluarganya tetap terpenuhi.
“Di pengungsian tentu ada keterbatasan, tetapi alhamdulillah kebutuhan kami terpenuhi, mulai dari makanan, perlengkapan anak-anak, sampai layanan kesehatan. Mahasiswa juga sering datang menghibur anak-anak, sehingga mereka tidak terlalu trauma,” kata Taufik.
Pemerintah kecamatan berharap, dengan percepatan pembersihan rumah dan pemantauan kesehatan yang berkelanjutan, kondisi warga terdampak banjir di Kecamatan Peusangan dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas normal.(AAP)

0 Komentar