
Kondisi salah satu Rumah masyarakat Kecamatan Peudada dipenuhi limbah kiriman Bencana Banjir Bireuen, Aceh (12/12)
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Banjir besar yang melanda Gampong Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Bireuen, Jumat (12/12/2025), meninggalkan kerusakan yang disebut warga sebagai bencana terparah sepanjang sejarah desa itu. Keuchik Blang Kubu, Marhadi, mengungkapkan bahwa 80 persen wilayah gampong tenggelam, infrastruktur porak-poranda, dua unit rumah hanyut, tiga belas rusak berat, dan ratusan lainnya rusak ringan.
Arus banjir datang mendadak pada pukul 03.00–05.00 WIB, menerjang dari arah timur Sungai Induk Peudada serta dari kawasan selatan Gampong Garot. Air bah setinggi orang dewasa langsung meluap menuju permukiman. Genangan meluas dari jembatan kembar jalan nasional Banda Aceh–Medan hingga kawasan SLTP 3 Peudada, membentuk jalur banjir sekitar satu kilometer yang kemudian mengalir ke utara menuju Gampong Neubok Naleung.
Marhadi menegaskan, tanpa tanggul panahan tanah (TPT) di tepi sungai, kemungkinan besar seluruh gampong sudah “karam dibawa ke laut” saking kuatnya arus.
Bencana ini memukul kehidupan 1.208 jiwa atau sekitar 400 KK di tiga dusun: Putro Harapan, Jrat Manyang, dan Putro Labu. Hampir tidak ada perabotan rumah tangga yang tersisa. Hewan ternak mati, pakaian hanyut, dan warga kini hanya mengenakan baju yang masih menempel di badan sejak malam kejadian.
Kondisi komunikasi juga terputus. Jaringan telepon seluler hanya hidup saat listrik aktif. Untuk menghubungi keluarga, warga harus berjalan kaki menuju Kota Peudada karena BBM di gampong masih langka.
“Sudah sepuluh hari kami tidak bisa bekerja. Seluruh warga kini bertahan hanya dari bantuan,” ujar Marhadi.
Dengan suara berat, ia menambahkan, “Kami belum pernah merasakan musibah separah ini. Bahkan tsunami 2004 hanya merendam sekitar 30 persen wilayah. Sekarang hampir seluruh gampong hilang ditelan banjir.”
Bantuan darurat mulai berdatangan dari berbagai pihak. Ketua DPRA Zulfadli menyalurkan paket sembako, disusul Tgk Nurdin Judon (anggota DPRA) yang memberikan dua karung pakaian layak pakai. Pemkab Bireuen melalui Camat Peudada juga menurunkan bantuan, bersama pengusaha Bireuen H. Subarni Agani.
Dukungan tambahan datang dari anggota DPRK Bireuen Suriya Yunus, Kampus Syiah Kuala, Rumah Sakit Bireuen Medical Center (BMC), dan sejumlah donatur pribadi (Hamba Allah).
Meski bantuan telah masuk, warga Blang Kubu masih sangat membutuhkan suplai makanan, pakaian, layanan kesehatan, serta dukungan pemulihan jangka panjang untuk kembali menjalani kehidupan normal.(AF)
0 Komentar