.webp)
Bupati Bireuen, H. Mukhlis.,ST meninjau tahapan pemasangan Jembatan Bailey Awee Getah-Teupin Reudeup (13/12)
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST memastikan pembangunan jembatan Bailey penghubung Gampong Awee Getah–Teupin Reudeup akan rampung dan siap difungsikan pada Senin, 15 Desember 2025. Kepastian itu disampaikan setelah dirinya meninjau langsung progres pekerjaan hingga larut malam, Sabtu (13 Desember 2025).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Mukhlis melihat langsung tahapan krusial pemasangan rangka jembatan yang telah berhasil tersambung hingga ke Abutments dasar di seberang sungai. Dengan capaian tersebut, pekerjaan kini memasuki tahap akhir, yakni pemasangan lantai jembatan.
“Alhamdulillah, rangka utama sudah tersambung ke Abutments diseberang sungai. Tinggal penyelesaian pemasangan lantai, pemadatan Oprit, dan jalan penghubung. Insya Allah hari Senin sudah bisa difungsikan,” ujar Mukhlis di lokasi.
Ia menjelaskan, sebelum jembatan dibuka untuk umum, tim teknis akan melakukan sejumlah pekerjaan lanjutan, termasuk pemadatan Oprit, penyempurnaan akses jalan penghubung, serta uji coba ketahanan jembatan untuk memastikan aspek keselamatan pengguna.
![]() |
| Berada dilokasi hingga senja, Bupati Bireuen memastikan Jembatan Bailey Awee Getah-Teupin Reudeup dapat difungsikan hari, Senin tanggal 15/12/2025. (13/12) |
Bupati Mukhlis juga mengingatkan masyarakat bahwa potensi kemacetan tetap akan terjadi, mengingat lebar ruas jalan menuju jembatan relatif sempit. Namun, pemerintah daerah akan melakukan pengaturan lalu lintas saat jembatan mulai dibuka sebagai akses alternatif jalur nasional sementara.
“Kami menyadari akan ada kepadatan arus kendaraan. Karena itu, pengaturan lalu lintas akan menjadi perhatian serius agar mobilitas masyarakat tetap berjalan,” katanya.
Lebih lanjut, Mukhlis menegaskan bahwa jembatan Bailey tersebut memiliki kapasitas terbatas. Jembatan hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua, roda empat, dan roda enam dengan pembatasan tertentu, khususnya bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan antarprovinsi, antar kabupaten/kota, maupun dalam wilayah Kabupaten Bireuen.
“Jembatan ini bersifat sementara dengan kapasitas terbatas. Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi ketentuan yang berlaku demi keselamatan bersama,” ujar Mukhlis.
Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap kehadiran jembatan Bailey Awee Geutah–Teupin Reudeup dapat segera memulihkan konektivitas transportasi yang sempat terganggu, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat hingga jembatan permanen dapat dibangun.(**)
.webp)
0 Komentar