![]() |
| Bupati Al-Farlaky menerima rombongan Relawan SMPK untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana banjir di Aceh Timur (29/12) |
ACEH TIMUR, REAKSIONE.ID | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyambut kedatangan rombongan relawan gabungan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang diterjunkan untuk membantu pemulihan wilayah terdampak banjir dan banjir bandang. Penyambutan dilakukan melalui apel gotong royong massal di halaman Pendopo Bupati Aceh Timur, Senin (29/12/2025).
Relawan yang dikerahkan merupakan gabungan sejumlah SKPA Provinsi Aceh, di antaranya BPBA, Sekretariat MPU, Dinas Peternakan, Dinas Pendidikan, ESDM, DLHK, serta unsur terkait lainnya.
Rombongan relawan dipimpin Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Aceh, Almunizal Kamal.
Dalam sambutannya, Al-Farlaky menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para relawan yang dinilai sangat membantu percepatan pemulihan Aceh Timur pascabencana yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.
“Kehadiran para relawan sangat dibutuhkan masyarakat kami. Gotong royong ini membantu membersihkan rumah warga, sekolah, puskesmas, pusat aktivitas ekonomi, hingga tempat ibadah pascabanjir,” ujar Al-Farlaky.
![]() |
| Relawan SKPA tiba di Aceh Timur untuk membantu pemulihan pasca bencana banjir (29/12) |
Ia menjelaskan, bencana yang melanda Aceh Timur terdiri dari dua kategori, yakni banjir yang merendam kawasan permukiman serta banjir bandang yang disertai lumpur dan kayu gelondongan. Dampak terparah terjadi di sejumlah kecamatan pedalaman seperti Simpang Jernih, Serba Jadi, Lokop, dan Pantai Bidari.
Secara keseluruhan, sebanyak 24 kecamatan di Aceh Timur terdampak banjir. Meski tidak seluruh desa terendam, sejumlah wilayah menjadi lokasi pengungsian warga sejak hari pertama hingga beberapa hari setelah bencana terjadi.
Al-Farlaky juga menggambarkan kondisi lumpuhnya pemerintahan daerah pada awal bencana. Akses darat menuju Aceh Timur sempat terputus total akibat genangan air setinggi hingga empat meter di ruas Jalan Nasional Medan–Banda Aceh. Jalur menuju Lhokseumawe pun terputus di kawasan Julok, membuat Aceh Timur terisolasi hampir sepekan.
“Pada masa itu, distribusi logistik dari Belawan hanya bisa dilakukan melalui jalur laut. Bantuan dikirim menggunakan kapal Angkatan Laut dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Aceh Timur,” ungkapnya.
Selain persoalan logistik, pemerintah daerah juga menghadapi kendala distribusi BBM, gas elpiji, serta pengendalian harga kebutuhan pokok. Penyaluran bantuan dilakukan melalui jalur darat, udara, dan sungai. Namun, karena keterbatasan akses, jalur sungai menjadi pilihan utama.
Bupati menegaskan bahwa dampak banjir di wilayah pedalaman jauh lebih parah dibandingkan kawasan perkotaan. Banyak warga hanya bisa menyelamatkan diri menggunakan perahu seadanya akibat tingginya genangan air.
“Jika masuk ke wilayah pedalaman, kondisinya sangat memprihatinkan. Ketinggian air hampir setinggi tiang lampu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Al-Farlaky juga menyoroti pentingnya sistem peringatan dini bencana serta kerusakan lingkungan sebagai faktor utama terjadinya banjir bandang. Ia mengungkapkan hasil pantauannya di lapangan menunjukkan kerusakan hutan dan kawasan penyangga Gunung Leuser.
“Hutan yang gundul dan rusaknya mangrove membuat daya serap air menurun drastis. Ini harus menjadi perhatian serius agar bencana serupa tidak terus berulang,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Al-Farlaky berharap para relawan dapat bekerja dengan aman dan penuh kehati-hatian, serta kehadiran SKPA mampu mempercepat pemulihan Aceh Timur.
“Kita berharap Aceh Timur segera bangkit, ekonomi masyarakat kembali bergerak, dan anak-anak bisa kembali mengenyam pendidikan yang layak,” pungkasnya.


0 Komentar