Breaking News

80 Ton Bantuan Hilang: Mualem Minta Polisi dan TNI Turun Tangan

H. Muzakkir Manaf (Mualem) Gubernur Provinsi Aceh (doc) 

 ACEH, REAKSIONE.ID | 
Dugaan hilangnya sekitar 80 ton bantuan untuk korban bencana di Kabupaten Bener Meriah memicu sorotan serius pemerintah daerah. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menyebut informasi itu sangat mengkhawatirkan dan perlu segera ditelusuri.

Mualem mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan tentang puluhan ton bantuan logistik yang diduga tidak pernah sampai kepada warga terdampak. Padahal, sejumlah daerah di Aceh Tengah dan Bener Meriah masih bergantung pada suplai logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar pasca-banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari terakhir.

“Saya mendapat informasi ada sekitar 80 ton bantuan yang tak jelas keberadaannya. Ini persoalan serius,” ujar Mualem di Banda Aceh.

Untuk memastikan kebenaran temuan tersebut, Mualem menegaskan akan meminta Pangdam Iskandar Muda dan Kapolda Aceh (TNI) turun langsung melakukan penelusuran. Menurutnya, proses distribusi bantuan yang rawan penyimpangan harus diawasi ketat karena menyangkut hak hidup masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Ini perlu penyelidikan penuh. Saya akan melibatkan Pangdam dan Kapolda (TNI/Polri). Jangan sampai ada pihak yang bermain-main dengan bantuan kemanusiaan,” tegasnya.

Hingga saat ini, pemerintah provinsi masih menunggu laporan rinci dari posko penyaluran bantuan serta aparat keamanan di lapangan. Gubernur menekankan bahwa setiap bantuan, baik dari pemerintah, lembaga sosial, maupun donatur pribadi, harus dipastikan tersalurkan secara transparan.

Kasus dugaan hilangnya 80 ton bantuan ini memantik perhatian luas publik. Banyak warga berharap pemerintah bertindak cepat mengungkap apakah terjadi kesalahan pendataan, hambatan distribusi, atau justru penyimpangan yang merugikan masyarakat.

Sementara itu, sejumlah relawan di Bener Meriah menyebut distribusi bantuan memang menghadapi medan sulit, namun mengaku terkejut dengan angka 80 ton yang dilaporkan hilang. Mereka mendorong investigasi dilakukan agar tak memicu kecurigaan dan ketidakpercayaan di tengah situasi krisis.

Mualem menegaskan bahwa apa pun hasil penyelidikan nantinya, pemerintah akan menyampaikan secara terbuka kepada publik. “Ini urusan kemanusiaan. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” katanya.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya