Breaking News

“118 Ribu KK Kehilangan Rumah, Bupati Bireuen Buka Suara”

Silaturahmi Ngopi Pagi Bupati Bireuen dan SKPK dengan Insan Pers liputan Kabupaten Bireuen, Aceh (31/12) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | 
Pemerintah Kabupaten Bireuen memfokuskan upaya pemulihan pascabencana banjir Aceh–Sumatra pada pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak. Langkah tersebut diambil menyusul besarnya dampak bencana yang menyebabkan 118 ribu kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, ribuan hektare sawah rusak, serta infrastruktur vital hancur berat.

Hal itu disampaikan Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST dalam agenda Ngopi Pagi bersama insan pers di Gazebo Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (31/12/2025). Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, ST, Plt Sekda, para asisten, unsur SKPK, serta wartawan peliput Kabupaten Bireuen.

Mukhlis mengungkapkan, banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 menjadi salah satu bencana paling parah yang pernah dialami daerah tersebut. Selain menelan korban jiwa, banjir juga menimbulkan kerusakan serius pada sektor pertanian dan infrastruktur.

“Sebanyak 2.000 hektare sawah tertimbun lumpur, sementara 7 irigasi besar rusak berat. Irigasi Pantee Lhong yang selama ini mengairi sekitar 6.000 hektare sawah kini tidak lagi berfungsi,” kata Mukhlis.

Dari total sekitar 15 ribu hektare areal persawahan, lanjutnya, sedikitnya 7.000 hektare mengalami kerusakan parah, sebagian besar merupakan lahan tadah hujan yang sangat rentan terdampak banjir.

Dalam penanganan sektor perumahan, Pemerintah Kabupaten Bireuen memilih memprioritaskan pembangunan Hunian Tetap ketimbang Hunian Sementara (Huntara). Kebijakan tersebut diambil berdasarkan aspirasi langsung masyarakat korban bencana.

“Keinginan warga sudah kami sampaikan langsung kepada Kepala BNPB saat kunjungan ke lokasi terdampak. Mayoritas korban tidak bersedia menempati Huntara dan berharap solusi permanen,” jelas Mukhlis.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi masyarakat pascabencana menjadi pertimbangan utama. Banyak warga, khususnya kelompok dhuafa, masih tinggal di rumah yang tertimbun lumpur tanpa dukungan finansial memadai.

“Sebagian hanya membersihkan satu kamar untuk tidur, sementara bagian lain rumah masih dipenuhi lumpur dan limbah banjir,” ujarnya.

Mukhlis juga menyoroti kerusakan berat pada sarana transportasi, terutama jembatan rangka baja yang berada di jalur strategis. Perbaikan infrastruktur tersebut, menurutnya, membutuhkan dukungan serius dari pemerintah pusat karena besarnya anggaran yang diperlukan.

“Jembatan lintas nasional di Kuta Blang amblas hingga 30 meter, sementara jembatan Teupin Reudeup putus sekitar 35 meter. Ini membutuhkan penanganan segera,” ungkapnya.

Saat ini, arus lalu lintas menggunakan jembatan darurat Bailey yang baru selesai dibangun. Namun, tingginya volume kendaraan kerap menimbulkan kemacetan.

Dalam kesempatan itu, Mukhlis menjelaskan pola penanganan bencana yang diterapkan pemerintah daerah dengan menggunakan filosofi lokal Aceh, “Pajoeh Boeh Ramboet Saboeh Karang”—memakan rambutan dalam satu ikatan, dimulai dari yang paling matang.

“Penanganan dimulai dari kondisi terparah, membuka akses wilayah terisolasi, evakuasi korban, pendataan, hingga kini kita memasuki fase pemulihan dan rekonstruksi,” paparnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan keuangan daerah, Mukhlis menegaskan pemerintah tetap berupaya maksimal memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Pada akhir pertemuan, Bupati Bireuen mengajak insan pers untuk terus bersinergi dan memberikan dukungan melalui pemberitaan yang konstruktif.

“Kami berharap dukungan moril dari rekan-rekan media. Tolong semangati kami, jangan saling memojokkan. Dalam kondisi seperti ini, mari bersama-sama membantu masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bireuen, kata Mukhlis, telah mengusulkan ribuan unit rumah hunian tetap bagi korban banjir serta membentuk Posko Tanggap Bencana terpusat di Pendopo Bupati guna mempercepat koordinasi, distribusi bantuan, dan pendataan yang dikoordinasikan melalui para camat.

Agenda Ngopi Pagi tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan insan pers dalam memperkuat kolaborasi pemulihan Bireuen pascabencana.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya