![]() |
Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Ketua DPW PKB Provinsi Aceh dengan masyarakat dan kader Partai di Meuligoe Residen, Cot Gabu, Kabupaten Bireuen (4/3) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Ribuan masyarakat memadati Meuligoe Residen, Cot Gapu, Bireuen, Rabu (4/3/2026), dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Ketua DPW PKB Aceh, Ruslan Daud. Kegiatan tersebut dirangkai dengan santunan anak yatim serta penyerapan aspirasi masyarakat di masa reses.
Silaturahmi berlangsung penuh kekeluargaan itu dihadiri beragam elemen, mulai dari korban banjir, tokoh masyarakat, kader partai, hingga sejumlah legislator dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.
Selain itu turut dihadiri Sekretaris Wilayah DPW PKB Aceh Tgk. Mujlisal, anggota DPRA, pimpinan dan anggota DPRK Bireuen, serta anggota DPRK dari Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, hingga Aceh Tengah.
Dalam sambutannya, Ruslan Daud yang juga anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari arahan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar agar kader partai terus menjaga kedekatan dengan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.
“Momentum ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga bagian dari reses untuk menyerap aspirasi masyarakat Aceh, khususnya di daerah pemilihan saya, agar bisa diperjuangkan di tingkat pusat,” ujar Ruslan.
Dalam pidatonya, Ruslan memberi perhatian khusus terhadap kondisi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen yang hingga kini masih bertahan di tenda darurat.
Ia menilai situasi tersebut memprihatinkan, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.“Sudah memasuki bulan keempat pascabencana, tetapi masih banyak saudara-saudara kita yang belum mendapatkan hunian layak. Mereka menjalani ibadah Ramadan dalam keterbatasan, di tenda-tenda darurat,” katanya.
Menurutnya, bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah kecamatan di Bireuen meninggalkan dampak fisik dan psikologis yang tidak ringan bagi para penyintas. Trauma dan ketidakpastian masa depan masih membayangi warga, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Ruslan mendorong pemerintah agar lebih proaktif dalam menghadirkan solusi konkret, termasuk percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) maupun rumah layak huni.“Mereka butuh kepastian. Minimal hunian sementara agar bisa berlebaran dengan lebih tenang dan bermartabat. Negara harus hadir,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan pembangunan daerah, Ruslan memastikan aspirasi masyarakat terkait hunian korban bencana akan menjadi salah satu prioritas yang diperjuangkan di parlemen.
Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar penanganan dampak bencana tidak berlarut-larut.“Insyaallah aspirasi ini akan kami kawal. Pembangunan hunian bagi korban bencana adalah kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Kegiatan silaturahmi tersebut ditutup dengan doa bersama dan santunan kepada anak-anak yatim. Suasana kebersamaan terasa kental, memperlihatkan soliditas kader serta kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Di tengah kehangatan Ramadan, pesan yang mengemuka dari pertemuan itu jelas."Solidaritas sosial harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab negara dalam melindungi warganya, terutama mereka yang tengah menghadapi ujian bencana.(**)

0 Komentar